Rlagista

prosto 1

Posted on: 5 April 2011

A.      Pengertian

Dental Prothetis / gigi tiruan meliputi :

a.       Gigi tiruan sebagian lepasan /Partial denture (removable)

b.      Gigi tiruan lengkap / full denture (removable)

c.       Gigi tiruan cekat / fixed denture

B.      Akibat kehilangan gigi

a.       Migrasi dan rotasi

b.      Erupsi berlebih

c.       Penurunan energy kunyah

Klo hilang gigi posteriornya lebih keliahatn

d.      Gangguan pada TMJ

e.      Terganggunya kebersihan mulut

f.        Beban berlebih pada jarinag pendukung

Dapat menyebabkan kerusakan pada membran periodontal pada akhirnya menyebabkan gigi goyah

g.       Kelainan berbicara

Apabila gigi interior hilang maka huruf F,V,PH tidak dapat diucapkan dengan baikm demikian juga pada gigi linguo dental

h.      Penampilan buruk

i.        Atrisi/erosi

C.      Pembagian GTSL

a.       Vulcanite denture

b.      Acrylic denture

c.       Frame denture

d.      Valplast

D.      Pembagian GTSL

Memakai wing atau tidak

a.       Open Face: tidak menggunakan wing atau gusi tiruan dibagian labial, open face dibuat apabila:

1.       Keadaan procesus alveolarisnya masih baik

2.       Biasa pada gigi anterior

3.       Pasien mempunyai lebar mulut terlalu lebar

b.      Close face : menggunakan wing atau gisi tiruan bagian labial, close face dibuat apabila:

1.       Procesus alveolarisnya telah mengalami absorbs

2.       Perbaikan profil

Letak sadel

a.       Anterior tooth supported case

b.      All tooth supported case

c.       Free and supported case

E.       Tujuan / fungsi Gigi tiruan

1.       Mengembalikan fungus estetik

  • Hygienis (keindahan)
  • keharmonis
  • Keaslian

2.       Mengembalikan fungsi pengunyahan

3.       Mengembalikan fungsi bicara

Alat bicara ada 2 sifat

a.       Statis ; gigi dan palatum

b.      Dinamis : lidah, bibir, pita suara, mandibula

Macam macam huruf

  • Labial ; diucapakan oleh bibir ( B,P, M)
  • Labiodental; diucapkan antara bibir bawah dengan tepi insical gigi anterior rahang atas : (F,V,PH)
  • Linguodental ; lidah dengan gigi anterior rahang atas (TH)
  • Linguopalatal

v      Lidah-palatum durum anterior : (T,D,S,C,Z,R)

v      Lidah palatum durum posterior : (CH, J,SH,Z, R)

v      Lidah palatum durum dan mole (Y,L)

v      Lidah – palatum mole ; (K, C, G)

F.       Aspek  Design

a.       Estetika

b.      Kenyamanan

c.       Hygienis

d.      Dukungan

  • Dukungan gigi
  • Dukungan mukosa
  • Dukungan Kombinasi (gigi dan mukosa)

e.      Retensi

  • Retensi langsung

Cengkram (akan dibahas selanjutnya)

  • Retensi tidak langsung
Lokasi Jariangan pendukung Macam
Anterior Gigi Sandaran oklusal

Daerah Modifikasi

Batang lingual sekunder

Cummer arm

Palatum Dukungan rugae

Batang anterior posterior

Batang Horse Shoe

Posterior Gigi Sandaran Oklusal sekunder
Palatum Batang Palatal posterior

Perluasan Abasis / Plat

Lingir sisa Retensi direct – indirect

f.        Oklusi

g.       Biaya dan teknis

G.      Klasifikasi gigi tiruan sebagian lepasan

a.       Berdasarkan sadel

1.       Klasifikasi Kennedy

Syarat :

1.       Dibuat setelah semua pencabutan dilakukan

2.       Klo gigi M3 hilang & tidak diganti, gigi M3 ga ikut klasifikasi

3.       Klo gigi M3 digunakan sebagai penahan, M3 ikut klasifikasi

4.       M2 hilang tidak diganti jika anatagonisnya sudah hilang

5.       Bagian tidak bergigi paling posterior menentekuan klas utama dalam klasifikasi

6.       Gigi yang Tidak masuk keketetapan klas di masukan modifikasi dan Dihitung sesuai JUMLAH ruang yang hilang

7.       Banyak modifikasi ditentukan oleh jumlah Ruang yang Hilang

8.       Tidak ada modifikasi untuk Kennedy klas IV

KLasifikasinya

1.       Klas I

Gigi hilang dibagian posterior dari gigi yang masih ada dan berada pada 2 sisi (Bilateral Free end)

2.       Klas II

Gigi hilang posterior satu sisi (Unilateral free end)

3.       Klas III

Gigi hilang terletak diantara gigi yang masih ada. (posteriornya masih ada gigi). Satu sisi

4.       Klas IV

Gigi anterior hilang dan melewati median line

2.       Klasifikasi Applegate-Kennedy

Untuk modifikasinya apabila Anterior : A dan posterior : P

Klasifikasinya

1.       Klas I

Gigi hilang dibagian posterior dari gigi yang masih ada dan berada pada 2 sisi (Bilateral Free end)

IP : Protesa lepasan, desain bilateral dengan perluasan basis ke distal

2.       Klas II

Gigi hilang posterior satu sisi (Unilateral free end)

IP : Protesa lepasan, desain bilateral dan dengan perluasan basis ke distal

3.       Klas III

Gigi hilang lebih dari 1 posteriornya masi ada gigi namun tidak bisa memberi dukungan begitupula anteriornya tidak bisa member dukungan juga (biasanya yang hilang gigi posterior semua)

IP: Protesa lepasan, desain bilateral dan dengan dukungan gigi

4.       Klas IV

Gigi anterior hilang dan melewati median line

IP ; GTC atau GTSL bilateral

5.       Klas V

Gigi hilang lebih dari 1 posteriornya masih ada gigi tapi masih bisa memberikan dukungan namun anteriornya tidak bisa memberikan dukungan

IP: Protesa lepasan desain dua sisi

6.       Klas VI

Daerah tak bergigi paradental dengan kedua sisi gigi tetangga dapat dipakai sebagai gigi penahan.

IP : GTC atau GTSL unilateral dan dukungan dari gigi

3.       Swenson

Klasifikasi

1.       Klas I

Uniilateral free end

2.       Klas II

Bilateral Free end

3.       Klas III

Gigi hilang terletak diantara gigi yang masih ada. (posteriornya masih ada gigi). Satu sisi

4.       Klas IV

Gigi anterior hilang dan melewati median line

4.       Austin dan Lidge

Klasifikasi

1.       Daearah gigi hilang anterior = A

2.       Daerah gigi hilang posterior = P

b.      Berdasarkan letak klamer

1.       Miller

Klasifikasi

1.       Klas I

Menggunakan 2 klamer berhadap-hadapan dan tegak lurus dengan median line

2.       Klas II

Menggunakan 2 klamer diagonal dimana garis furlkrum melewati median line

3.       Klas III

Menggunakan 3 klamer seolah-olah berbentuk segitiga

4.       Klas IV

Menggunakan 4 Klamer seolah-olah berbentuk segi empat

2.       Cummer

Klasifikasi

1.       Klas I

Protesa dengan 2 klamer , letaknya diagonal, berorientasi pada frame protesa

2.       Klas II

Protesa dengan 2 klamer, letak  berhadap-hadapan, bila dihubungkan tegah lurus dengan median line

3.       Klas III

Protesa dengan 2 atau lebih klamer letaknya pada 1 sisi/ bidang

4.       Klas IV

Protesa dengan 3-4 klamer, bila dihubungkan dengan gads membentuk segi empat berada ditengah2 protesa

H.      Tahap Desain pembuatan gigi tiruan

a.       Menentukan Klasifikasi dari masing masing sadel

b.      Menentukan macam dukungan dari setiap sadael

a.       Dukungan sadel paradental

o        Gigi

o        Mulosa

o        Kombinasi (gigi dan mukosa)

b.      Dukungan sadel free end

o        Mukosa

o        Kombinasi (gigi dan mukosa)

c.       Menentukan jenis penahan

Menentukan macam konector

 

sumber buku hariyanto, dsc, dan kuliah prosto 1

 

ya untuk sekedar berbagi pengetahuan si tapi klo ada yang kurang tepat kali tau yaaaa :D mari berbagi

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Shintatika erlagista

rlagistaprofilshintatika erlagista

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 489 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: