Patology anaomi

Inflamasi Akut dan Kronis serta gangguan hemodinamika

1. Appendisitis akut (Radang akut). Appendisitis adalah penyakit radang pada appendiks vermiformis yang terjadi secara akut. Pada umumnya terjadi disebabkan oleh infeksi bakteri dan obstrusi. Obstruksi adalah pada lumen apendiks ini biasanya disebabkan karena adanya timbunan tinja yang kerasa (fekalit), hioerplasiia jaringan limfoid, penyakit cacing. Klinis: nyeri tekan disekitar titik Mc Burney.Ciri-ciri Preparat: Lumen apendik dan seluruh  lapisan dinding appendik sudah tidak  normal  lagi  penuh dengan infiltrat  sel-sel radang. tunika mukosa utuh . tunika  submukosa,  tunika  muskularis  dan  tunika  serosa  sembab (edema) . pembuluh-pembuluh darah dalam tunika serosa sangat melebar, berisi  darah (hiperemia) . Tampak tunika mukosa masih utuh, akan  tetapi penuh dengan lekosit polimorphonuklear . kumpulan sel-sel dalam lumen appendik ternyata lekosit pmn . tunika  submukosa  sangat sembab  (edem)  dengan  pembuluh-pembuluh darah yang melebar dengan infiltrasi yang  merata  oleh lekosit-lekosit, dan  terdapat  perdarahan  kecil-kecil (hemorrhagi).tunika muskularis  sembab dengan infiltrasi yang merata  dari lekosit pmn.pada  beberapa  tempat terlihat adanya  degenerasi  berat sampai nekrosis dari jaringan-jaringan otot polos.tunika  serosa   sembab  dengan  pembuluh-pembuluh  darah yang melebar (hemorrami),  pada beberapa   tempat   terdapat degenerasi sampai nekrosis.

2.Epulis granulomatosa (epulis pyogenikum). Penderita : wanita,  16  tahun dengan benjolan  pada  gingiva  di regio  I2–P1 bawah kiri. Klinis: permukaan  tidak  rata, merah, konsistensi kenyal, tidak sakit, mudah berdarah. diambil dari Gingiva. Epulis adalah sebutan untuk berbagai benjolan yang ada dirongga mulut. Ciri-ciri Preparat: di  bawah epitel skuamus komplek  yang  hipertrofi tampak papila  korii  yang memanjang.   Jaringan ikat  muda (fibroblas) proliferasi dengan kapilar-kapilar baru  dengan infiltrasi  limfosit dan sel plasma. Jaringan granulasi terdiri dari limfosit, sel plasma, leukosit PMN. Jaringan ikat dan pembuluh darah hiperplasi (bertambah banyak).

3.Limfadinitis tuberkulosa (Tuberkulosis kelenjar limfa) diambil dari Kelenjar Limfa. disebabkan oleh mycobacteri tuberkulosa. Klinis : 2 tahun badan sering panas kumat-kumatan, dengan benjolan kecil-kecil batas tegas pada leher lateral kiri. Ro photo: paru-paru bersih. Tuberkel terdiri dari beberapa unsur yang pertama adalah sel epiteloid yang berinti lonjong, kedua adalah sel datia langhans sel yang intinya banyak, terletak ditepi seperti tapal kuda atau dikedua ujung(bipolar).sel histiosit bentuk epiteloid, Ciri-ciri preparat: terdapat nekrosis kaseosa ( nekrosis perkejuan). Di dalam maupun di luat tuberkel tidak didapatkan pembuluh darah dan infiltrat lekosit.

4. Tuberkuloid lepra (wajah singa / face leonia) Klinis: Suatu  makula anestesi pada lengan atas  kanan dengan   permukaan  warna  merah  muda.  Terdapat nodulus kecil-kecil pada muka, leher  dan punggung. Tidak ada tanda -tanda morbus Hansen lain. Laboratorium: dengan pengecatan Ziel Nelson tidak didapatkan basil  tahan asam.  Dilakukan eksisi  pada makula di kulit ini. gejala awalnya ada ruam hipopigmentasi seperti panu, gejala gangguan pada saraf perifer berupa pemebalan serabut saraf dan  neuropati. Ciri-ciri preparat: Tampak jaringan kulit. Epidermis sebagian agak menipis. Pada lapisan subkutis terdapat   sarang berbentuk tuberkel-tuberkel  yang  tersusun oleh  sel-sel  epiteloid, limfosit dan sel raksasa Langhans. Tidak didapatkan nekrosis kaseosa. tuberkel-tuberkel   ini  sukar  dibedakan  dari   tuberkel-tuberkel yang terdapat pada tuberkulosis.basil Hansen (basil tahan asam) pada bentuk lepra ini tidak atau sukar sekali ditemukan.

5.Molluscum Cotagiosum. Klinis: Sejak 1  bulan  ada benjolan kenyal diameter kira-kira 0,5cm pada punggung. Diagnosis klinis:  Fibroma. Ciri-ciri preparat : Epidermis  menebal dan papilla korii menjadi  sangat  tipis atau kadang-kadang sama sekali tidak terlihat. sel-sel   stratum   granulosum   membesar   dan   mengalami degenerasi. dalam  sitoplasma sel-sel stratum granulosum terdapat  masa hialin bulat ke  arah  permukaan sel-sel stratum  spinosum  dan  stratum granulosum lambat laun mengalami kematian dan  seluruh  sel  menjadi merah tanpa struktur (molluscum bodies)

6.Krista Radikular. Penderita : laki-laki,  12 tahun, dengan karies  dentis  pada M2 bawah. Pada Ro-foto nampak area radiolusen  di sekitar apex akar gigi tersebut. Diterima  gigi M dengan karies dan jaringan kista yang  telah pecah, yang menempel pada salah satu gigi tersebut. Kista dibatasi epitel skuamous kompleks, pada sub epitelial nampak jaringan ikat sembab dan  vaskular,  dengan  sebukan limfosit dan sel plasma. rongga kista berisi koagulum eosinofilik yang mengandung ruang seperti  celah mengandun kolesterol, perdarahan, sel radang kronis dan pembuluh darah. Ciri-ciri preparat : seperti GKE namun lubang2nya lebih kecil dan panjang.

7.Trombus. diambil dari jaringan hemoroid. trombus terbentukakibat ketidak sesuaian proses hemostatis normal terjadi karna predisposisi trombus adalaj jeejas pada endotel, aliran darah yang statis dan hiperkoagulabillitas darah.Ciri-ciri preparat: jaringan anorektal. Pada stroma jaringan ikat di bawah epitel tampak pembuluh-pembuluh darah vena yang melebar. Vena berisi trombus yang sebagian telah mengalami organisasi dan rekanalisasi.Organisasi adalah pertumbuhan sel otot polos subendotel dan sel mesenkimal kedalam trombus yang mengandung fibrin. Rekanalisasi adalah pembentukan pembuluh darah baru didalam trombus untuk menjaga kontinuitas lumen pembuluh darah yang asli.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s