Patology anaomi

Jejas dan adaptasi sel serta penyembuhan jaringan

1. Degenerasi hialin Penderita : wanita umur 25 tahun, Indonesia dengan  myoma pada corpus uteri. diambil dari liemyoma uteri. Klinis : sering berakibat mandul, PP tes (+) , pembengkakan perut bagian bawah, rasa tertekan pada pelvis, melahirkan lebih cepat dari normalnya karena fibroid menekan kandungan bawah, sering buang air kecil fibroid menekan kantong kemih. ciri ciri preparat: terdapat otot polos yang jarang2. Terlihat jaringan myoma yang sebagian mengalami degenerasi hialin yaitu jaringan dengan inti sedikit.Pada  bagian yang mengalami degenerasi hialin tampak jaringan dengan inti (berbentuk fusiform) sedikit.tidak ada mitosis patologik.

2. Degenerasi hidropik diambil dari molla hidatidosa (hamil anggur, gestational trophoblastic disease, invasive mole, chorioadenoma destruens) Klinis: perdarahan prevaginam, gejala seperti orang hamil muda, tidak haid. ciri-ciri preaparat: Terlihat  villi choriales dengan degenerasi  hidropik,  yaitu villi membesar dengan  stroma di dalam villi mencai, tidak ada pembuluh darah vili dan prolifrasi sel tropoblast, vili choriales dilapisi oleh trophoblast yang terdiri dari sitothropoblast (sitoplasma gelap, bulat kecil) dan sinsitiothropoblast (sitoplasma jernih, ireguler dan besar)

3. Degenerasi mukoid diambil dari adenokarsinoma lambung. terdapat 3 katagori lesi tipe intestinal bersifat ulseratif. klinis : anorexia, ada riwayat penyakit lambung, BB turun, dispepsi,vommitus,malaisem stenosus pylorus, abdominal pain. ciri ciri preparat : terdapat signet ring cell . terdapat sel-sel yang mengandung vacuola dalam sitoplasma .vacuola  ada yang masih kecil, tapi banyak juga yang  sudah besar sehingga mendesak inti sel ke tepi .kadang-kadang  terlihat dalam sitoplasma lebih  dari  satu  vacuola yang kecil-kecil, vacuola ini seperti kosong  tapi sebenarnya terisi oleh bahan mukoid .vacuola  ini  terus membesar oleh  karena  timbunan  mukoid dan  menjadi satu vacuola  yang  besar dan  mendesak inti  tepi, sel-sel tersebut berbentuk seperti cincin stempel (signet ring cells) .sel-sel seperti cincin stempel akhirnya akan mati  karena desakan dan bahan  mukoid  di  dalamnya akan tertimbun di sekitarnya

4. Degenerasi albumin. diambil dari epitel tubuli ren. dapat terjadi pada sindrom nefrotik (SN) adalah gangguan pada ginjal yang menyebabkan protein didalam darah kelur dari urin. kehilangan albumin yang terus menerus akan meningkatkan pengeluaran cairan dari saluran darah ke jaringan sehingga mengakibatkan edema. Klinis: demam, sakit pingang belakang.  ciri-ciri preparat : Tubuli ginjal tidak sama besarnya . sel-sel epitel tubulus membengkak dan  menonjol ke arah lumen . batas sel satu dengan lainnya tidak jelas . inti sel pucat (kurang mengambil bahan pewarnaan). sitoplasma granular (keruh)

5. Metaplasi squamosa. diambil dari jaringan endoserviks »lesi pra kanker serviks/ leher rahim/ neoplasia intraepitelial (NIS) atau lesi intraeptelial serviks (LIS). Metaplasi adalah perubahan reversibel transformasi dari bentuk sel yang berdeferensiasi sempurna (dewasa) ke tipe sel lain dengan deferensiasi sempurna juga, dimana sel yang lebih peka terhadap jejas diganti oleh sel yang dapat menahan lingkungan yang merugikan dari suatu jejas. Klinis: pada lesi pra kanker klinisnya tidak begu nampak. ciri-ciri preparat : jaringan endoservik  dengan epitel kelenjar berbentuk silindris. Tampak bagian epitel yang mengalami metaplasi skuamosa (perubahan epitel dari epitel silindris menjadi epitel skuamosa) . Membrana basalis utuh.Pada jaringan ikat di bawah epitel, stroma tampak sembab dengan infiltrat sel radang  yang terdiri dari limfosit, sel plasma dan histiosit.

6.Kalsifikasi distrofis . Penderita: perempuan  18 th, Indonesia. Sejak 2 tahun   di  dalam mulutnya terdapat benjolan  diameter kira-kira 2cm, konsistensi agak keras,  tidak  terasa sakit, kadang-kadang berdarah. penimbuanan masa kabur dalam jaringan yang rusak/nekrosis/mati. ciri-ciri preparat : Terlihat ada pulau. Di bawah epitel gepeng berlapis tampak jaringan ikat  fibrosa dengan di antaranya terdapat perkapuran (berwarna ungu).

 

7.Pigmen Hemosiderin. diambil dari jaringan endometriosis eksterna diovarium. Eritrosit difagosit oleh magrofag dimana Hb kemudian dipecah menjadi biliverdin kemudian bilirubin dan akhirnya hemosiderin. Pigmen hemosiderin berwarna kuning emas sampai coklat, granuler atau kristal mengandung besi. ciri-ciri preparat : Sediaan menunjukkan jaringan ovarium dengan ruangan yang dilapisi jaringan granulasi. Pada jaringan granulasi dijumpai makrofag yang mengandung pigmen hemosiderin (berwarna coklat). dengan pengecatan untuk hemosiderin (Prusian Blue) hasilnya positif.

8.Pigmen karbon. diambil dari paru-paru. disebut juga antrakosis adalah penyakit yang disebabkan oleh debu batubara, apabila disertai dengan komplikasi atau emphysema yang memungkinkan kematian. pigemen karbon dianggap benda asing sehingga merangsang sel fagosit. Klinis : batuk dahak pekat hitam, nafas pendek. ciri-ciri preparat : alveoli sebagian besar tidak normal lagi . banyak alveoli yang menjadi lebih besar (emfisema) , ada  juga alveoli yang berisi masa homogen homogen   yang  eosinofil (dalam cairan serosa) , ada alveoli yang mengalami kolaps sehingga dindingnya satu  dengan lainnya berhimpitan (atelektase) . di samping itu masih terdapat satu-dua alveoli yang normal. yang  mencolok  adalah adanya pigmen  hitam sebagai  butir-butir  di dalam jaringan ikat. Jaringan  ikat interalveolar  bertambah  dan mengandung banyak pembuluh darah.  Didapatkan  pula makrofag yang berisi pigmen hitam di dalam sitoplasma.

9.Tophus Penderita: perempuan 35 tahun. Benjolan pada siku kanan diameter 35 cm, keras. Tophus menupakan penyakit dimana terjadi gangguan metabolisme purin sehingga apada jaringan dijumpai penimbunan kristal natrium biurat,  penimbunan ini sering nampak adadaerah sendi. Tophus merupakan penimbunan dari asam urat. banyak terjadi pada penyakit sendi kronis (rheumatoid arthritis, Gout artitis)  Klinis: benjoalan dekat sendi, kerasm nyeri tekan. ciri-ciri preparat : Terlihat adanya sarang-sarang bulat dan hampir bulat dengan bagian-bagian yang  merupakan  bagian  tidak   berstruktur selular  dan  di  bagian tepinya dikelilingi  oleh jaringan ikat  dengan sel-sel  radang. sarang-sarang  yang tak berstruktur ternyata adalah jaringan  yang nekrotis dan diantaranya terdapat bahan yang homogen.Sarang tersebut dikelilingi oleh jaringan ikat dengan sel-sel radang kronis dan sel raksasa tipe benda asing. bahan homogen tersebut adalah timbunan natrium biurat  yang semestinya dalam bentuk kristal

10. Granuloma kholesterol ester. perempuan 30 tahun , masa kenyal diameter 1cm pada gingiva. diambil dari gingiva. Benda asing adalah kristal kolesterol yang terjadi akubat akumulasi kolesterol ester. pada pembuatan preparat krostal kolesterol larut. ciri-ciri preparat : Terlihat  adanya celah-celah kosong berbentuk seperti jarum, bekas  terisi  kristal kholesterol yang terlarut pada waktu pembuatan preparat. Celah-celah  ini  dikelilingi  oleh jaringan  ikat  dengan  sebukan sel-sel raksasa tipe benda asing dan sel-sel  radang kronis.

11.Jaringan nekrosis diambil dari : massa di kavum uteri » pada tuba uterian. Digesti enzim akibat enzim dari selnya sendiri yang mati disebut autodigesti (autolysis), bila digestinya akibat enzim lain misalnya akibat leukosti pada proses eadang disebut heterodigesti (heterolysis). pada saat nekrosisterjad denaturasi prostein lebih dominan dimana enzim proteolisis tidak sempat keuar dari lisosom akan terjadi nekrosis koagulasi dan terjadi akibat hipoplaksia/iskhemi. Klinis: tubektomi, jaringan tampak keruh. Ciri-ciri preparat: perhatikan  pada villi   tuba tampak perubahan  dari  villi yang normal menjadi villi yang nekrotis .Jaringan yang nekrotis tampak tidak berstruktur dengan inti yang: Piknotis (inti berkerut, tercat gelap padat),  Karyorrhexis (inti piknotik yang terfregmentasi/robek, intinya pecah ), karyolisis (inti hilang/larut)

12.Jaringan parut (Cicatrix). jaringan ikat yang terbentuk akbat radang / ulkkus dimana tidak dijumapi appendices kulit. Pembentukaan jaringan cicatrix yang berlebihana disebut keloid. Klinis: tonjolan pada bekas dikulit. Ciri-ciri preparat : Terlihat jaringan kulit dengan epidermis yang sebagian menipis (atrofi) . Pada jaringan ikat di  bawah epidermis  tidak didapatkan appendices  kulit, hanya teridiri dari jaringan ikat kolagen yang  tebal  yang mengandung banyak pembuluh-pembuluh darah dan sebukan  sel-sel radang. Pada jaringan ikat yang tebal tampak sedikit infiltrat  sel-sel  radang yang tirdiri dari limfosit dan sel plasma. Papila coriinya mendatar.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s